Walikota Berusia 91 Tahun Korupsi 2 M - Loverlem blog

Post Top Ad

loading...

17 Oktober 2012

Walikota Berusia 91 Tahun Korupsi 2 M


Walikota Berusia 91 Tahun Korupsi 2 M 


Korupsi memang tak kenal usia dan jabatan. Di Negara Bagian Alabama, AS, seorang perempuan tua berusia 91 tahun mengaku melakukan korupsi hingga ratusan ribu dollar AS di sebuah kota kecil Alabama, tempat perempuan ini menjabat wali kota.

Mary Ella Hixon (91) menggelapkan uang sebesar 201.000 dollar AS atau hampir Rp 2 miliar dari kas kota River Falls selama tiga tahun terakhir dan mengirimkan uang itu ke keluarga, teman, dan rekan-rekan bisnisnya.

Akibat perbuatannya ini, jaksa wilayah Covington County, Walt Merrell, mengatakan bahwa kota dengan penduduk sekitar 500 orang ini nyaris bangkrut. Hixon kemudian menyerahkan diri kepada polisi setelah dia terpilih kembali menjadi wali kota pada Agustus lalu.

Namun, tampaknya pengadilan tak tega memenjarakan perempuan yang sudah renta itu.

Akhirnya, Hixon dijatuhi hukuman percobaan selama lima tahun, setelah hakim membatalkan tuntutan penjara 10 tahun karena alasan usia yang sudah sangat tua.

"Jika dia bukan perempuan berusia 91 tahun, saya pasti berusaha keras agar dia masuk penjara," ujar jaksa wilayah, Walt Merrell.

Tak hanya Hixon yang terkena sanksi hukum, pria yang hidup bersama Hixon selama 47 tahun, Richard Moss, juga dijatuhi hukuman karena dianggap melakukan pencurian.

Moss, yang diyakini masih memiliki hubungan kerabat dengan Hixon, adalah mantan pengelola lembaga pemasyarakatan setempat.

Jaksa Merrell mengatakan, Hixon harus membayar suap ke beberapa orang untuk memastikan rahasia kotornya tak tersebar. Namun, kuasa hukumnya, Mark Christensen, mengatakan bahwa banyak faktor yang membuat Hixon harus mencuri uang milik pemerintah kota.

"Saya kira, Hixon dimanfaatkan beberapa orang yang dipercayainya," kata Christensen.

Meski usianya yang sudah sangat senior, di kalangan warga lokal, Hixon adalah sosok yang disegani. Itu pula sebabnya, kejahatan Hixon tak kunjung diketahui.

"Hanya sedikit warga yang mau melaporkan informasi yang mereka ketahui selama beberapa tahun," kata Merrell.

"Mereka tak mau melaporkan perbuatan Hixon sejak awal karena merasa segan terhadapnya," ungkap Merrell.

Selain menjalani hukuman percobaan, Hixon diperintahkan mengembalikan seluruh uang yang dicurinya. Saat ini pemerintah mengawasi semua properti yang dimiliki Hixon. Semua itu akan disita jika Hixon meninggal sebelum utangnya lunas.

Namun, sejauh ini tidak dirinci, penyebab Hixon akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

loading...